Matakuliah ini membahas tentang konsep, praktik, dan sistim nilai kebudayaan Melayu. Mengidentifikasi berbagai permasalahan komunal baik yang datang dari dalam dan juga luar kebudayaan Melayu, seperti pergeseran atau perubahan yang disebabkan oleh kerusakan alam, keterbatasan sumber daya, suber bahan baku, dan tantangan pengaruh perkembangan zaman. Namun, ada pula yang tetap terpelihara dan berdiri kokoh hingga saat ini. Dari identifikasi tersebut, dilakukan analisis untuk meningkatkan kemampuan berbagai upaya restorasi. Aspek-aspek kebudayaan yang masih murni dapat dipertahankan keberlangsungannya di masa mendatang.
Refrensi Pembelajaran :
- Ahmad, Muchtar, Kembali ke Puncak, Pekanbaru, 2004.
- Al azhar dan Elmustian (penyelenggara), Kandil Akal di Pelantar Budi, Yayasan Kata, Pekanbaru, 2000.
- Barnard, Timothy P. 2003. Multiple centres of authority: Society and environment in Siak and eastern Sumatra, 1674-1827, Leiden: KITLV Press Leiden
- Basyarsyah II, T. Luckman Sinar, Kebudayaan Melayu Sumatra Timur, Universitas Sumatra Utara Press, Medan, 2002.
- Braginsky, V.I. 1998. Yang Indah, Berfaedah, dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19. Jakarta: Indonesian- Netherlands Cooperation in Islamic Studies (INIS).
- Danandjaya, James. 1991. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
- Effendy, Tenas, 2004. Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Yayasan Tenas Effendy.
- Effendy, Tenas, 2005a. Ungkapan Tradisional Melayu Riau, Siri Lestari Budaya, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
- Effendy, Tenas, 2005b. Pantun Melayu. Jogjakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
- Effendy, Tenas, Kesantunan dan Semangat Melayu, Tenas Effendy Foundation, APM UM, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
- Provinsi Riau, Pekanbaru, 2012.
- Effendy, Tenas, Pemimpin dalam Ungkapan Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 2002.
- Elmustian dan Syam, Junaidi, Tiga Lorong, Teguh Berdiri di Persimpangan Riuh Ramai, 2013.
- Elmustian, dkk., Ensiklopedia Kebudayan Melayu Riau Jilid I-V, Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan, Pekanbaru, 2012.
- Finnegan, Ruth. 1989. Oral Traditions and The Verbal Art A Guide to Research Practices. London: Routledge.
- Hamid, Rogayah dan Mariam Salim, Kesultanan Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 2006.
- Hamidy, U.U dan Muchtar Ahmad, Orang Patut, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1984.
- Hamidy, U.U, , Bahasa dan Kreatifitas Sastra, Unilak Pres, Pekanbaru, 1999.
- Hamidy, U.U, “Teks, Pengarang dan Masyarakat dalam Sastra Melayu Riau” dalam buku Pengarang Teks dan Khalayak, oleh Sahlan Mohd. SamanDewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1994.
- Hamidy, U.U, Bahasa Melayu dan Kreatifitas Sastra di Daerah Riau, Unri Press, Pekanbaru, 1994.
- Hamidy, U.U, dan Muchtar Ahmad, Beberapa Aspek Sosial Budaya Daerah Riau, UIR Press, Pekanbaru, 1993.
- Hamidy, U.U, Dari Bahasa Melayu sampai Bahasa Indonesia, Unri Press, Pekanbaru, 1997.
- Hamidy, U.U, Estetika Melayu dan Islam, Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1990.
- Hamidy, U.U, Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau, Bilik Kreatif Press, Pekanbaru, 2003.
- Hamidy, U.U, Kebudayaan Sebagai Amanah Tuhan, UIR Press, Pekanbaru, 1997.
- Hamidy, U.U, Kedudukan Kebudayaan Melayu di Riau, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1982.
- Hamidy, U.U, Ketakwaan Orang Melayu, UIR Press, Pekanbaru, 1989.
- Hamidy, U.U, Masyarakat dan Kebudayaan di Riau, Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1990.
- Hamidy, U.U, Membaca Kehidupan Orang Melayu, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1986.
- Hamidy, U.U, Orang Melayu di Riau, UIR Press, Pekanbaru, 1996.
- Hamidy, U.U, Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1987
- Hamidy, U.U, Sikap Orang Melayu terhadap Tradisinya di Riau, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1982.
- Hamidy, U.U, Sistem Nilai Masyarakat Pedesaan di Riau, Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1982.
- Kang, Yoonhee. 2010. Untaian Kata Leluhur: Marjinalitas, Emosi dan Kuasa Kata-kata Magi Di Kalangan Orang Petalangan Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau.

Komentar
Posting Komentar